Berita Terkini

DCS Ditetapkan, 446 Bacaleg DPRD Kabupaten Sukoharjo Memenuhi Persyaratan

Sukoharjo, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo  menetapkan 446  bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Kabupaten Sukoharjo  untuk Pemilu 2024 memenuhi syarat dalam Daftar Calon Sementara (DCS). Pengumuman DCS  ini disampaikan melalui website KPU Sukoharjo https://kab-sukoharjo.kpu.go.id/berita/baca/8394/daftar-calon-sementara-dcs-dprd-kabupaten-sukoharjo-pemilu-2024 , Sabtu (19/8/2023). KPU Kabupaten Sukoharjo menetapkan  Daftar  Calon  Sementara  Anggota  Dewan  Perwakilan Rakyat untuk 17 (tujuh belas) Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Tahun 2024 yaitu Partai Nasdem, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Golongan Karya, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat , Partai Perindo, Partai Buruh, Partai Garda Republik Indonesia, Partai Bulan Bintang, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Gelombang Rakyat Indonesia dan Partai Ummat. “Pada hari  Jumat 18 Agustus 2023 KPU Kabupaten Sukoharjo  menetapkan Daftar Calon Sementara untuk Anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo untuk Pemilu 2024 yakni total 446 terdiri dari laki-laki 268 dan perempuan 178.  Pengumuman dapat diakses melalui website KPU Kabupaten Sukoharjo mulai tanggal 19 Agustus 2023.  Selain itu juga diumukan melalui laman media social yang dimilik KPU juga melalui 4 media harian lokal   dan 2 media elektronik sampai tanggal 23 Agustus,” ujar Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda. Setelah Daftar Calon Sementara diumumkan secara terbuka, kami berharap  siapapun warga negara Indonesia yang berkepentingan agar  membaca dan mencermati siapa nama-nama bakal calon yang masuk dalam Daftar Calon Sementara DPRD Kabupaten Sukoharjo, kata Nuril.  Masukan masyarakat ini akan dibuka tanggal 19-28 Agustus 2023. Lebih lanjut Nuril memaparkan  kronologis sebelum penetapan DCS yakni diawali dengan pengajuan awal oleh 18 Partai politik dengan jumlah bacaleg 567 terdiri dari laki-laki 334 , perempuan 233 dengan total bacaleg yg memenuhi syarat (MS) ada 103, dan Belum  Memenuhi Syarat (BMS)  ada 223.   Pada masa perbaikan  mengalami penurunan jumlah menjadi total bacaleg 490 orang  dengan perincian laki-laki ada 293 dan perempuan 197 , jumlah MS ada 426 dan BMS 64 orang. “ Selanjutnya dari 490 bacaleg yang memenuhi syarat menjadi 446 yakni 268 laki-laki dan 178 perempuan, “ kata Nuril. Satu parpol yakni PKN tidak ada bacaleg yang memenuhi persyaratan sehingga dalam DCS hanya terdapat 17 parpol, tambahnya. 446 bacaleg dari 17 partai politik ,  perinciannya  7 parpol dengan bacaleg sesuai jumlah kursi  (45 orang) yakni PKB, Partai Gerindra, PDIP, Partai Golkar, Partai Nasdem, PKS dan PAN.  Disusul  Perindo ada  35 bacaleg, Partai Demokrat 28 , PSI 16, kemudian PPP ada 14 bacaleg.  Partai lainnya  dibawah 10 bacaleg  yakni Partai Buruh 6 , partai Gelora 9, Partai Hanura 5, Partai Garuda 4, PBB 5, dan Partai Ummat 9 bacaleg. (sh)      

Berbusana Adat Daerah, Jajaran KPU Sukoharjo Ikuti Upacara HUT RI ke-78

Sukoharjo, kpu.go.id- Jajaran KPU Kabupaten Sukoharjo yang terdiri dari Ketua Nuril Huda, Anggota Cecep Choirul Sholeh, Syakbani Eko Raharjo, Ita Efiyati dan Suci Handayani serta  sekretaris  Suhadi dan staf sekretariat  mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke -78 , Kamis pagi (17/8/2023) di halaman Kantor KPU Kabupaten Sukoharjo. Upacara dimulai pukul 07.30  berjalan dengan lancar dan  khidmat dipimpin oleh Ketua Nuril Huda. Dalam pengarahannya, Nuril mengingatkan dan membangun semangat sekretariat untuk menambah semangat, dedikasi, terus melaju   dalam melakukan pelayanan kepada peserta pemilu dan masyarakat  sesuai dengan tema peringatan HUT RI ke-78 yakni Terus Melaju Untuk Indonesia Maju. “Jajaran KPU Sukoharjo harus tetap semangat, berdedikasi dan menunjukkan kinerja dan tanggungjawab dalam melayani peserta pemilu dan masyarakat. Sesuai semangat dalam peringatan HUT RI ke 78 tahun ini  yakni Terus Melaju Untuk Indonesia Maju”ujarnya. Ia nyakin spirit para pejung kemerdekaan menambah  semangat dalam kinerja untuk penyelenggaraan Pemilu 2024. Tahun ini semua peserta upacara mengunakan baju nasional dan adat daerah antara lain baju adat Jawa Tengah, Madura, Betawi menambah semarak peringatan HUT RI. (sh)

KPU - PPK Bahas Strategi Meningkatkan Partisipasi Pemilih

Sukoharjo, kpu.go.id- Guna meningkatkan partisipasi masyarakat  dalam Pemilu 2024, KPU Kabupaten Sukoharjo mengelar Rapat Koordinasi Strategi Sosialisasi dalam Rangka Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dan Persiapan Kirab Nasional Tahun 2024, Rabu (16/8/2023) di RM Ji Nung Telukan Sukoharjo. Rapat koordinasi dipandu oleh Kordiv Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM (Sosdiklihparmas dan SDM) Suci Handayani. Membahas strategi sosialisasi dalam upaya mencapai target partisipasi nasional sebesar 81%. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan media sosial untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat Sukoharjo, selain tentu saja memberikan sosialisasi kepada semua segmenKPI masyarakat melalui kegiatan sosial yang ada di lingkungan masyarakat seperti pertemuan RT,RW, PKK, KWT, dll. "Partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 lalu 82,25% dan kita optimis pada Pemilu 2024 bisa mencapai target partisipasi nasional 81%," ujarnya. Dalam kesempatan rakord tersebut, disampaikan perkembangan sosialisasi yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 12 kecamatan sekaligus tantangan dan kendala yang dihadapi. Secara umum semua PPK dan sebagian besar Panitia Pemungutan Suara (PPS) sudah melakukan sosialisasi dengan sasaran segmen pemilih pemula, perempuan, komunitas dan stakeholders. Sasaran pemilih pemula diberikan kepada pelajar di beberapa SMA setempat, Karang Taruna (KT) sedangkan kelompok perempuan menyasar paguyuban PKK , Kelompok Wanita Tani (KWT), kader posyandu. Sasaran stakeholders yang telah mendapatkan sosialisasi antara lain paguyuban sekretaris desa, perangkat desa. Segmen komunitas seperti komunitas pencak silat, kelompok tani  menjadi prioritas ke depan. “Sasaran pemilih dari komunitas pencak silat (PSHT) menjadi agenda kami kedepan, sosialisasi menyasar  3 ribuan anggota mereka ,” tutur Rini , Ketua PPK Polokarto. Senada dengan Rini, Anggota PPK Nguter Fery menuturkan rencana sosialisasi di desa wisata dan komunitas KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan). " Di tempat kami ada tempat wisata baru dengan pengunjung yang banyak dan ini menjadi sasaran strategis. Sekaligus sasaran kami ke KTNA yang selama ini belum cukup tersentuh sasaran sosialisasi. " Ketua PPK Tawangsari Muryanto mengatakan segmen pemilih  pemula menjadi  perhatian penting dan salah satu strateginya menitipkan sosialisasi kepada guru-guru. “ Kami titipkan materi coblosan 14 Februari kepada guru untuk disisipkan dalam pelajaran PKN.” Jelasnya. Satu hal yang masih menjadi kendala yakni terkait alat peraga dan bahan sosialisasi yang dibutuhkan PPK tetapi belum sepenuhnya bisa disediakan, Suci menyarankan PPK untuk kreatif dan berinovasi dengan membuat alat peraga sosialisasi sendiri. “Alat peraga sosialisasi menjadi hal penting untuk menarik perhatian audien kita. Materi yang singkat, menarik dan mudah diingat seperti “ Datang ke TPS 14 Februari 2024, Jangan Golput, Pastikan terdaftar dalam DPT Cek DPT Online, Ayo memilih.” Selanjutnya  Suci juga membeberkan persiapan KPU Sukoharjo menerima rombongan kirab pemilu nasional yang akan tiba di Sukoharjo pada tanggal 2 Oktober 2023 mendatang. Ada beberapa segmen pemilih di beberapa kecamatan yang menjadi sasaran sosialisasi, untuk itu diharapkan kerjasama dan persiapan PPK setempat, tambah Suci.(sh)

Parpol Terima Berita Acara  Hasil Verifikasi Akhir Administrasi Dokumen Persyaratan Bacalon Anggota DPRD Sukoharjo

Sukoharjo, kpu.go.id-  Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo Nuril Huda  memimpin acara Penyerahan Berita Acara  Hasil Verifikasi Akhir Administrasi Dokumen Persyaratan Bacalon Anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/8/23) di Pendopo Kantor KPU Kabupaten  Sukoharjo. Nuril didampingi  Anggota Cecep Choirul Sholeh, Syakbani Eko Raharjo, Ita Efiyati dan Suci Handayani menyampaikan hasil verifikasi akhir . Disampaikan bahwa berdasarkan hasil verifikasi akhir administrasi dokumen persyaratan Bacalon anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo untuk Pemilu 2024  yang diajukan parpol, dari  pengajuan awal total  567 bacalon ( L=344, P=223) dengan status  MS =103, TMS=464. Setelah verifikasi akhir/perbaikan menjadi  490 bacalon  (L=293, P=197) dengan status MS=426, TMS=64. Parpol masih bisa mengajukan perbaikan dari tanggal 6-11 Agustus 2023. “Parpol masih bisa mengajukan perbaikan bacalon pada tanggal 6-11 Agustus 2023 pada saat pencermatan rancangan Daftar Calon Sementara (DCS),” ujar Nuril. Selanjutnya  tanggal 12-15 Agustus dilakukan verifikasi adminstrasi dokumen persyaratan bacalon pasca pencermatan rancangan Daftar Calon Sementara  . Lebih lanjut Syakbani menuturkan, bahkan penyusunan DCS dilakukan pada 16- 17 Agustus 2023 dilanjutkan penetapan pada  tanggal 18 Agustus  dan diumumkan pada 19-23 Agustus 2023. Dilanjutkan penyerahan Berita Acara kepada perwakilan partai politik yang hadir disaksikan Anggota Bawaslu Sukoharjo Eko Budianto.(sh)

Bupati Etik Suryani Dukung Penuh Kirab Pemilu Nasional di Sukoharjo

Sukoharjo,kpu.go.id - Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo Nuril Huda beserta Anggota Cecep Choirul Sholeh, Syakbani Eko Raharjo dan Suci Handayani beserta Sekretaris Suhadi dan Kasubbag Teknis Parhumas Boedi Sulistyo bertemu dengan Bupati Sukoharjo Etik Suryani untuk mendiskusikan persiapan Kirab Pemilu 2024, Kamis (3/8/2023) di Ruang Rapat Kantor Bupati Sukoharjo. Disampaikan Nuril, kirab pemilu  merupakan program nasional yang diluncurkan oleh KPU RI secara hybrid di beberapa titik di seluruh Indonesia sejak 14 Februari 2023 lalu. Selain sebagai sarana sosialisasi, kirab pemilu  sebagai simbol bahwa Pemilu tidak hanya terjadi di tingkat pusat, tetapi justru pemilu dimulai dan dilaksanakan di daerah.  “ Sukoharjo menjadi salah satu kabupaten yang akan menerima kirab pemilu,  tanggal 2 -7 Oktober 2023, pada saat singgah nanti akan kita sajikan seni budaya dan hal lain yang menjadi ciri khas kita.” Suci menambahkan , kirab dimulai 14 Februai 2023 lalu menandai satu tahun menuju hari pemungutan suara Pemilu 2024,  dengan peluncuran kirab dari 7 titik di seluruh penjuru Indonesia. “Ada 306 Kabupaten/kota yang akan menerima kirab pemilu 2024, nantinya secara estafet dari kabupaten kota tempat dimulainya kirab itu secara bergiliran berestafet, sambung menyambung ,dan direncanakan akan finis  pada bulan November  di kantor KPU Pusat.” Estafet Kirab Pemilu 2024 sebagai sarana sosialisasi seperti mengenalkan 18 parpol peserta Pemilu 2024 dengan membawa 18 bendera partai politik peserta Pemilu 2024 dari satu kabupaten ke kabupaten berikutnya sesuai rute yang telah ditentukan, sambungnya. Lebih lanjut ia mengatakan, tanggungjawab sosialisasi pemilu sesungguhnya tidak hanya di pundak KPU sebagai penyelanggara tetapi juga Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, oleh karena itu dukungan dalam sosialisasi melalui agenda nasional kirab pemilu sangat dibutuhkan. “KPU RI memberikan anggaran Rp 50 juta untuk masing-masing  KPU kabupaten/kota yang menerima rombongan kirab pemilu nasional, sehingga kekurangannya kami butuh dukungan dari Pemkab,” kata Suci. Dalam kesempatan itu, Sekretaris KPU Kabupaten Sukoharjo Suhadi memaparkan kebutuhan anggaran pelaksanaan kirab dan dukungan dari Pemkab untuk memfasilitasi sebagian anggaran tersebut. Bupati Etik Suryani didampingi Sekda Widodo menyambut baik dipilihnya Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu rute yang disinggahi peserta kirab nasional. Ia mendukung penuh kelancaran dan kesuksesan kirab nasional  dengan ikut serta memfasitasi kegiatan. “Kami senang atas terpilihnnya Sukoharjo sebagai salah satu kabupaten yang disinggahi peserta kirab pemilu nasional. Tentu saja kami akan membantu memfasilitasi agar pelaksanaan kirab berjalan dengan lancar dan masyarakat semakin tahu Pemilu 2024 ini.” Ujat Etik Suryani. Selanjutnya terkait dengan kebutuhan tehnis akan di bicarakan lebih lanjut dengan Sekda Widodo. Dalam kesempatan tersebut hadir beberapa pejabat lainnya seperti Kepala Kesbangpol Gunawan Wibisono. (sh).

Target Partisipasi Pemilih 81% Harus Diupayakan

Sukoharjo, kpu.go.id - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo Suci Handayani dan Kasubbag Teknis Hupmas Boedi Sulistyo menghadiri kegiatan Rapat Kerja Teknis Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Zona II di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu- Jum’at, (26-28/7/2023). Kegiatan dibuka oleh Anggota KPU RI , Yulianto Sudrajad sekaligus memberikan arahan umum kepada peserta Rakernis. “Divisi sosialisasi bekerja setiap tahapan , tidak terpanjang tahapan tertentu.  Semua kegiatan divisi Sosdiklih Parmas sepanjang waktu, tidak seperti divisi lain yang dipandu sesuai tahapan pemilu. “ ujarnya. Hal ini membutuhkan stamina, semangat kerja yang tinggi untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat. Yulianto juga mengingatkan bahwa saat ini  tahapan pemilu semakin dekat dengan hari H sehingga masyarakat juga mestinya semakin tahu tentang pemilu. “ Hari H semakin dekat, karena itu divisi sosialisasi semakin banyak menyampaikan ke masyarakat terutama hari H dan juga jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT),” imbuh Drajat panggilan akrab Yulianto. Target partisipasi nasional sebesar  81% harus diupayakan secara maximal , dan ini butuh kerja keras dari divisi sosialisasi di kabupaten/kota, ujarnya di hadapan peserta Rakernis zona II,  yang diikuti oleh 173 Satuan Kerja (satker) KPU kabupaten Kota di lima belas Provinsi di Indonesia. Sementara itu, saat penutupan Rakernis, Kamis (27/7/2023) Anggota KPU RI Augus Mellaz memberikan pesan  agar  tujuan rakernis sebagai upaya mewujudkan salah satu visi dan misi KPU periode 2022-2027, yaitu KPU sebagai pusat pengetahuan dari segala pengalaman baik tentang kepemiluan dan pusat  kolaborasi multipihak bisa terlaksana. “KPU punya komitmen dan konsistensi kuat melanjutkan Sistim Informasi Partisipasi Masyarakat (Siparmas) yang sudah ada sejak Pemilu  tahun 2019. Saat ini Siparmas  dioptimalisasi lagi, sehingga  harapannaya menjadi satu peta data yang sangat berguna, tidak hanya bagi divisi sosdiklih parmas, tetapi bagi kebutuhan organisasi KPU dalam memotret  aktivitas, kegiatan sosialisasi, penyebarluasan informasi, partisipasi masyarakat, hingga inisiatif dari satker provinsi dan kabupaten/kota.” Katanya. (sh)