Berita Terkini

Monitoring dan Asistensi Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Pilkada serta Pengelolaan Data dan Informasi

Sukoharjo, 25 Maret 2025 – KPU Provinsi Jawa Tengah melakukan monitoring dan asistensi terkait pelayanan informasi dan dokumentasi Pilkada serta pengelolaan data dan informasi di Kantor KPU Kabupaten Sukoharjo pada hari Selasa, 25 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas layanan informasi dan data yang diberikan kepada masyarakat. Monitoring dan asistensi dipimpin oleh Ibu Akhmaliyah, SPd.I, M.Pd., selaku Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Tengah, yang didampingi oleh Kasubbag Parmas, Erika Bestyasamala, S.E., M.M. Tim KPU Provinsi diterima langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo, Syakbani Eko Raharjo, beserta Anggota KPU Sukoharjo yaitu Arief Wicaksono, Bambang Muryanto, dan Moerwedhy Tanomo, serta Sekretaris KPU Sukoharjo, Boedi Sulistyo. Kegiatan monitoring dan asistensi ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan predikat keterbukaan informasi publik di KPU Kabupaten/Kota. KPU Provinsi Jawa Tengah bersama KPU Kabupaten/Kota berkomitmen untuk meraih predikat Informatif pada tahun 2025, yang sebelumnya KPU Kabupaten Sukoharjo hanya mendapatkan predikat Menuju Informatif. Melalui kegiatan ini, KPU Provinsi Jawa Tengah berharap KPU Kabupaten Sukoharjo dapat terus mengoptimalkan pengelolaan data dan informasi yang transparan, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Pilkada serta mendukung terciptanya proses demokrasi yang lebih terbuka dan partisipatif. Dengan adanya monitoring dan asistensi ini, diharapkan KPU Kabupaten Sukoharjo dapat lebih fokus dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, serta terus berupaya untuk memperbaiki kualitas informasi yang disampaikan kepada publik, khususnya terkait dengan Pilkada yang akan datang.

Pesantren Kilat Demokrasi

KPU Sukoharjo Gelar Pesantren Kilat Demokrasi, Kenalkan Pemilu Sejak Dini SUKOHARJO, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo menggelar Pesantren Kilat Demokrasi di bulan Ramadan ini, menyasar pelajar sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Kemasan 1, Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto dan diikuti oleh sekitar 80 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Komisioner KPU Koordinator Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Sukoharjo, Murwedhy Tanomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada anak-anak.  "Melalui pesantren kilat ini, kami ingin menanamkan pemahaman dasar tentang demokrasi kepada pelajar sejak usia dini, sehingga mereka lebih sadar akan pentingnya proses pemilu saat dewasa nanti," ujar Murwedhy, Rabu (19/3). Materi utama disampaikan oleh Komisioner KPU Koordinator Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Arief Wicaksono, yang menjelaskan berbagai konsep dasar demokrasi, seperti pemilihan ketua kelas, pengertian KPU, Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan prinsip dasar kepemimpinan. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan permainan Ular Tangga Demokrasi, yang dirancang untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak.  "Dengan permainan ini, anak-anak bisa belajar sambil bermain, sehingga pemahaman mereka tentang demokrasi semakin baik," tambah Murwedhy. KPU Sukoharjo berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu strategi edukasi politik yang efektif, sehingga generasi muda tumbuh dengan kesadaran akan pentingnya demokrasi dan partisipasi dalam pemilu di masa depan.

KPU Sukoharjo Berikan Santunan Anak Yatim, Wujud Komitmen Merawat Bangsa

Dalam rangka menguatkan komitmen merawat bangsa, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo memberikan santunan kepada anak-anak yatim di Panti Asuhan Nur Hasan, Sukoharjo, pada Jumat (13/12). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua KPU Sukoharjo, Syakbani Eko Raharjo, bersama jajaran komisioner dan staf KPU.   Menurut Syakbani, kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial KPU sebagai lembaga yang tidak hanya menyelenggarakan pemilu, tetapi juga turut berperan dalam membangun semangat kebangsaan dan kepedulian sosial.   "Sebagai bagian dari masyarakat, KPU memiliki tanggung jawab untuk merawat persatuan bangsa, salah satunya dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, seperti anak-anak yatim di Panti Asuhan Nur Hasan ini," ujar Syakbani.   Menguatkan Kebersamaan dan Kepedulian Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini diisi dengan doa bersama, pemberian santunan, dan motivasi bagi anak-anak panti asuhan. Syakbani berharap bantuan ini tidak hanya bermanfaat secara materi, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.   "Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa KPU hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam urusan pemilu, tetapi juga dalam mendukung mereka yang membutuhkan. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk merawat bangsa," tambahnya.   Wujudkan Demokrasi dengan Kepedulian   Syakbani juga menekankan bahwa demokrasi tidak hanya tentang pemilu, tetapi juga tentang membangun keadilan dan kebersamaan. "Pemilu adalah bagian dari demokrasi, tetapi demokrasi juga harus diisi dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi semua pihak," katanya.

KPU Sukoharjo Gelar Sosialisasi Proses Demokrasi di SMK 2 SUKOHARJO

 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo menggelar sosialisasi tentang proses demokrasi di SMK 2 SUKOHARJO pada Rabu (10/12). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Anggota KPU Sukoharjo, Murwedhy Tanomo, dan dihadiri oleh para siswa, guru, serta perwakilan OSIS. Dalam sosialisasi ini, KPU memberikan edukasi kepada pemilih pemula melalui simulasi proses penghitungan suara pada pemilihan Ketua OSIS. Langkah ini bertujuan agar para siswa memahami tahapan pemilihan secara langsung, baik sebagai pemilih maupun sebagai bagian dari penyelenggara pemilu di masa depan. Anggota KPU Sukoharjo, Murwedhy Tanomo, menyatakan pentingnya edukasi tentang demokrasi sejak dini, terutama kepada generasi muda yang akan menjadi pemilih pemula. "Melalui simulasi ini, kami ingin memperkenalkan tahapan dalam proses pemilihan, mulai dari pencoblosan hingga penghitungan suara. Harapannya, para siswa memiliki pemahaman yang baik tentang demokrasi dan pentingnya partisipasi dalam pemilu," ujarnya. Dalam simulasi, siswa diajak memainkan peran sebagai petugas pemungutan suara,saksi saksi, pengawas pemilihan, dan pemilih. Proses ini dibuat semirip mungkin dengan tahapan dalam pemilu sebenarnya. Selain itu, siswa diberikan pengetahuan tentang peran KPU sebagai penyelenggara pemilu dan pentingnya menjaga integritas dalam proses demokrasi. Wendy menegaskan bahwa sosialisasi ini adalah bagian dari komitmen KPU Sukoharjo dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya pemilih pemula. "Demokrasi yang sehat dimulai dari pemahaman yang baik. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membentuk generasi muda yang peduli terhadap pemilu dan proses demokrasi," tuturnya.

Hari Pertama Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo Tahun 2024

Hari Pertama, selasa (27/8) Pendaftaran Belum ada Pendaftar Calon Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo resmi membuka pendaftaran bakal pasangan calon ( Paslon ) pada 27 Agustus 2024. Pada hari pertama pendaftaran, tarpantau belum ada paslon yang mendaftar ke KPU. Ketua KPU Sukoharjo, Syakbani Eko Raharjo mengimbau, paslon melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum melakukan pendaftaran. Hal ini menghindari tabrakan atau berbarengan dengan paslon lainnya. Dengan konfirmasi, KPU bisa mengarahkan untuk dimajukan atau dimundurkan agar tidak berbarengan. "Kami menghimbau paslon konfirmasi dulu, jangan sampai tabrakan. Tiba-tiba calon A calon B. Maka, gunanya konfirmasi itu biar kami bisa  mengarahkan jelas Syakbani, Selasa (27/8/2024). Dia menyebut, sejauh ini belum ada paslon yang konfirmasi mendaftar pada hari pertama.sebelumnya, pihaknya juga sudah mengumpulkan pimpinan parpol melalaui FGD beberapa hari yang lalu.Saat gladi bersih, parpol pun belum menyampaikan informasi kapan paslon yang diusung akan mendaftar. "Kami sudah gladi bersih . Kami minta konfirmasi tapi sampai sekarang belum ada (yang hendak mendaftar). Paslonnya siapa (parpol) juga menyampaikan belum ada," jelasnya. Bani menyatakan, KPU siap menerima pendaftaran paslon. Pihaknya akan menerima paslon. di Pendopo KPU Sukoharjo. Pihaknya membatasi hanya 18 personil saja yang masuk ruang utama yakni paslon dan ketua dari masing-masing tim pengusung. Paslon datang melakukan registrasi. Mereka akan diarahkan masuk ke pendopo KPU Sukoharjo. "Saat paslon datang, registrasi. Dia menulis kedatangan hari apa, jam berapa sebagai bukti dia datang di waktu pendaftaran. Nanti akan diberikan identitas, disambut oleh sekretaris selaku PIC. Yang berhak masuk ke pendopo akan diantarkan sekretaris," jelasnya. Di Pendopo, akan ada komisioner KPU,Bawaslu dan tim. KPU akan menerima berkas. Pihaknya akan mengecek administrasi secara keseluruhan. Jika dinyatakan lengkap, KPU akan membuatkan berita acara dan tanda terima. Sementara, jika dinyatakan belum lengkap akan dikembalikan. "Kami periksa secara rill. Disitu ada syarat utama. Kalau belum lengkap dikembalikan Semua dokumen harus lengkap. Dokumen dari paslon, ada dokumen syarat calon dan dan pencalonan. Harus ada rekom, surat kesepakatan dari calon dan pemeriksaaan kesehatan akan kami lakukan selanjutnya," terangnya. Sementara, sambung dia, pengantar atau massa yang turut ikut mengantar paslon telah disiapkan area di halaman kantor KPU. Mereka bisa menyaksikan secara live streaming di layar yang telah dipersiapkan.