Berita Terkini

KPU Kabupaten Sukoharjo Berbagi Santunan dan Doa Bersama Anak Yatim di LKS Nur Hasan

Sukoharjo, 25 Juli 2025 — Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo, Syakhbani Eko Raharjo, didampingi oleh Sekretaris KPU Sukoharjo, Boedi Sulistyo, serta Kasubag Hukum dan SDM, Anton Praptono, melakukan kunjungan ke Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Nur Hasan Sukoharjo dalam rangka kegiatan sosial pemberian santunan dan doa bersama anak yatim. Kehadiran jajaran KPU Kabupaten Sukoharjo disambut hangat oleh Mukhtar, selaku pembina LKS Nur Hasan. Dalam kesempatan tersebut, KPU menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim yang tinggal di lembaga tersebut. Selain pemberian santunan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama yang berlangsung khidmat. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen KPU Kabupaten Sukoharjo dalam menjalin hubungan baik dengan masyarakat, serta menumbuhkan semangat empati dan kepedulian sosial sebagai penyelenggara Pemilu. Ketua KPU Sukoharjo, Syakhbani Eko Raharjo, menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkesinambungan. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah serta foto bersama seluruh peserta.

Sosialisasi Pendidikan Politik, KPU Sukoharjo Tekankan Inklusivitas dan Partisipasi Aktif Masyarakat

SUKOHARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo terus berkomitmen dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya partisipasi dalam demokrasi. Hal ini terlihat dari kehadiran Anggota KPU Kabupaten Sukoharjo Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Moerwedhy Tanomo, sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Tokoh Masyarakat Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sukoharjo pada hari Rabu, 23 Juli 2025, bertempat di Ruang Wijaya 1, Gedung Menara Wijaya. Peserta sosialisasi berjumlah sekitar 42 orang yang merupakan tokoh-tokoh masyarakat dari Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto. Dalam paparannya, Moerwedhy Tanomo menekankan semangat Pilkada 2024 yang inklusif, dengan menyasar kelompok-kelompok strategis seperti penyandang disabilitas, perempuan, dan komunitas keagamaan melalui program “KPU Goes to Community”. Selain itu, ia juga mengungkapkan pentingnya keberadaan layanan LAPOR PEMILIH dan penyediaan TPS yang aksesibel. Lebih lanjut, Wendi—sapaan akrabnya—memaparkan data pemilih tetap (DPT) Pilkada Serentak Tahun 2024 di Kabupaten Sukoharjo yang berjumlah 684.491 pemilih, dengan 5.197 di antaranya merupakan pemilih disabilitas. Ia juga mengulas indikator partisipasi pemilih yang mencapai 74,25 persen tertinggi di Jawa Tengah untuk Pilkada dengan calon tunggal, serta menunjukkan kedewasaan politik masyarakat Sukoharjo yang ditandai dengan minimnya pelanggaran dan tidak adanya konflik selama proses pemilu. Tak hanya dari unsur penyelenggara pemilu, sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari Komisi I DPRD Kabupaten Sukoharjo, Wisanggeni Indra Aji Kusuma, yang menyampaikan materi terkait pendidikan politik. Ia menekankan pentingnya literasi politik di kalangan masyarakat agar mampu berpartisipasi aktif dan cerdas dalam setiap tahapan demokrasi.

Ketua KPU Sukoharjo Sampaikan Semangat Pilkada Inklusif dalam Sosialisasi Pendidikan Politik

Sukoharjo - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Syakhbani Eko Raharjo, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Tokoh Masyarakat Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025. Kegiatan ini digelar pada Selasa (22/7/2025) di Ruang Wijaya 1, Gedung Menara Wijaya, dan diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sukoharjo. Sebanyak 40 tokoh masyarakat dari Kecamatan Bulu, Weru, dan Tawangsari turut serta dalam kegiatan ini. Dalam paparannya, Syakhbani mengangkat tema menarik bertajuk “Apa yang Menarik dari Pilkada Sukoharjo Tahun 2024?”, dengan penekanan pada semangat inklusivitas dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi. Syakhbani menjelaskan bahwa Pilkada Sukoharjo 2024 mengusung semangat Pilkada Inklusif, yang diwujudkan melalui berbagai pendekatan seperti sosialisasi berbasis komunitas (KPU Goes to School, KPU Goes to Pesantren, hingga penyandang disabilitas), layanan LAPOR PEMILIH, serta penyediaan TPS yang ramah bagi pemilih disabilitas. Lebih lanjut, ia memaparkan data pemilih tetap (DPT) Pilkada 2024 yang mencapai 684.491 jiwa, terdiri dari 337.997 pemilih laki-laki dan 346.494 pemilih perempuan, dengan 5.197 di antaranya merupakan pemilih disabilitas. Berdasarkan klasifikasi usia, pemilih didominasi kelompok usia 28-43 tahun dan 44-59 tahun. Tak hanya itu, Syakhbani juga menyoroti capaian partisipasi pemilih yang mencapai 74,25 persen tertinggi di Jawa Tengah dengan Pilkada calon tunggal, sebagai indikator positif kedewasaan politik masyarakat Sukoharjo. “Tingginya partisipasi ini menjadi bukti bahwa masyarakat kita semakin matang dalam berdemokrasi,” ujarnya. Namun demikian, ia juga mencatat beberapa evaluasi penting, di antaranya perlunya peningkatan akurasi data DPT, optimalisasi sosialisasi yang tepat sasaran, serta peningkatan aksesibilitas dan partisipasi pemilih disabilitas. Dengan kegiatan ini, diharapkan tokoh masyarakat dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan pendidikan politik yang cerdas, damai, dan inklusif menjelang Pilkada mendatang.

Anggota KPU Kabupaten Sukoharjo Arief Wicaksono Jadi Narasumber Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Tokoh Masyarakat Kabupaten Sukoharjo

Sukoharjo – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Arief Wicaksono, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Tokoh Masyarakat Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sukoharjo pada hari Senin, 21 Juli 2025, bertempat di Ruang Rapat Wijaya, Gedung Menara Wijaya Kabupaten Sukoharjo. Dalam paparannya, Arief Wicaksono menyampaikan berbagai hal menarik terkait pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Kabupaten Sukoharjo. Salah satu poin penting yang disoroti adalah semangat inklusivitas dalam penyelenggaraan Pilkada. KPU Sukoharjo aktif menyelenggarakan berbagai program seperti KPU Goes to School, KPU Goes to Pesantren, hingga kegiatan sosialisasi kepada penyandang disabilitas dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Selain itu, pelayanan Lapor Pemilih serta penyediaan TPS yang aksesibel juga menjadi bentuk nyata dari komitmen inklusif tersebut. Arief juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam proses sosialisasi, termasuk kerja sama dengan organisasi masyarakat, instansi pemerintah, media massa lokal, serta pemanfaatan media sosial. Ia turut memaparkan data pemilih Pilkada 2024 di Sukoharjo, yakni sebanyak 684.491 pemilih yang tersebar di 12 kecamatan, 167 desa/kelurahan, dan 1.305 TPS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.197 merupakan pemilih penyandang disabilitas. Selain itu, disampaikan pula hasil perolehan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo. Tingkat partisipasi pemilih mencapai 74,25%, tertinggi di Jawa Tengah, dengan 1.469 di antaranya merupakan pemilih disabilitas. Arief menutup paparannya dengan catatan evaluatif, antara lain perlunya peningkatan akurasi data pemilih, percepatan perekaman e-KTP, efektivitas sosialisasi yang lebih tepat sasaran, serta penyediaan sarana TPS yang ramah bagi penyandang disabilitas. Ia juga menekankan pentingnya terus menjaga kedewasaan politik masyarakat yang tercermin dari pelaksanaan Pilkada 2024 yang berjalan damai, tanpa kekerasan atau konflik sosial.

KPU Kabupaten Sukoharjo Gelar Apel Pagi: Bahas Persiapan Pemeriksaan dan Evaluasi Kegiatan Internal

Sukoharjo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo melaksanakan apel pagi rutin pada hari Senin, 21 Juli 2025, bertempat di halaman kantor KPU Kabupaten Sukoharjo. Apel ini diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat, dengan Boedi Sulistyo selaku Sekretaris KPU Kabupaten Sukoharjo bertindak sebagai pembina apel. Dalam arahannya, Boedi menyampaikan pentingnya kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi Pemeriksaan yang saat ini dilaksanakan pemeriksaan pendahuluan di KPU Provinsi. Ia menekankan bahwa setiap bagian harus mulai melakukan pengecekan ulang dan penataan dokumen serta administrasi pendukung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tak hanya itu, Boedi juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kompetisi mini soccer yang digelar pada hari Jumat sebelumnya. Kegiatan tersebut dinilai sukses memperkuat kebersamaan dan semangat kerja di lingkungan KPU Sukoharjo. Untuk pelaksanaan berikutnya pada Jumat mendatang, Boedi mengimbau agar dipersiapkan dengan lebih baik dari segi teknis maupun jadwal pelaksanaan. Sebagai penutup, Boedi mengumumkan bahwa mulai minggu depan, komisioner KPU Kabupaten Sukoharjo akan dijadwalkan secara bergiliran menjadi pembina apel pagi. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan memperkuat koordinasi antarpihak. Apel pagi berlangsung tertib, dengan suasana penuh semangat dan komitmen dalam meningkatkan kinerja kelembagaan.

KPU Sukoharjo Kenalkan Demokrasi Sejak Dini Lewat Kegiatan MPLS di SMK Iptek Weru

Sukoharjo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo terus mengupayakan penanaman nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada generasi muda melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertema “Suara Demokrasi”. Kegiatan ini digelar pada hari Rabu, 16 Juli 2025, bertempat di masjid SMK Iptek Weru, dan diikuti oleh siswa kelas X, XI dan XII, dengan total peserta mencapai 800 siswa. Materi disampaikan oleh Anggota KPU Kabupaten Sukoharjo Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih, Parmas, dan SDM), Murwedhy Tanomo. Dalam pemaparannya, Murwedhy menjelaskan bahwa program Suara Demokrasi bertujuan menumbuhkan pemahaman siswa mengenai prinsip-prinsip demokrasi dalam kehidupan sekolah dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami pentingnya partisipasi dalam organisasi, proses pemilihan ketua kelas atau OSIS, serta bagaimana cara menyampaikan pendapat secara santun dan bertanggung jawab. Program ini bertujuan menyiapkan kader pemimpin yang demokratis, melatih kemampuan berorganisasi, serta menyalurkan minat dan bakat siswa dalam suasana inklusif dan partisipatif. Prinsip-prinsip demokrasi yang ditekankan meliputi penghormatan terhadap hak asasi manusia, keadilan, toleransi, serta menjunjung tinggi martabat dan nilai-nilai kebersamaan. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bekal awal bagi siswa dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila sekaligus meningkatkan kesadaran berdemokrasi sejak dini.